Kamis, 22 September 2022
Mari bercocok tanam dengan Pupuk organik.....!!!
Jaga Tanah dan Pangan yang Sehat agar Hidup jadi lebih Sehat..
Senin, 12 September 2022
CARA PENGGUNAAN DAN DOSIS
Pupuk organik “EBIONIK, ml” dapat digunakan atau diaplikasikan pada semua jenis tanaman palawija atau holtikultura.
Adapun cara dan dosis yaitu sebagai berikut :
- Pupuk Organik Cair (POC) “EBIONIK, ml”, diaplikasikan dengan cara dikocor atau disemprotkan pada permukaan tanaman secara berkala setiap seminggu sekali.
- Dikocor atau disiramkan kedalam tanah sekitar perakaran, dimaksudkan untuk menambah/memperkaya ketersediaan unsur hara di dalam tanah.
- Disemprotkan kepermukaan tanaman, dimaksudkan untuk memacu proses fotosintesis dan menekan aktifitas serangga hama dan penyakit tanaman.
- Dosis : 2 - 5 cc POC “EBIONIK, ml” per liter air, kemudian dikocor atau disemprotkan pada tanaman.
HASIL UJI LAB
Komposisi hasil uji lab oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan Nomor Lab. : SP 162 P/L-BPTP/XII/2021 adalah sebagai berikut :
KOMPOSISI
- Lactobasillus, memfermentasi bahan organik terutama lignin dan sellulosa menjadi asam laktat yang mudah diserap oleh tanaman. Asam laktat dapat menekan pertumbuhan jamur fusarium yang bersifat pathogen.
- Nitrobacter (bakteri fotosintetik), membentuk senyawa organik yang bermanfaat dari sekresi akar-akar tumbuhan, berfungsi mengikat nitrogen dari udara serta menyerap gas-gas beracun dan panas yang dihasilkan dari proses pembusukan yang dapat menimbulkan polusi.
- Actinomycetes (streptomycetes),berfungsi menghasilkan senyawa antibiotik dari asam amino yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik dan bersifat toksit terhadap pathogen. Jamur fermentasi seperti “aspergillus dan phenicillium” menguraikan bahan organik secara cepat menghasilkan alkohol, ester, dan zat antibiotik yang menimbulkan bau khas yang tidak di senangi oleh serangga dan hama penggerek yang merugikan serta dapat melarutkan ion-ion phosfat dan ion-ion mikro lainnya.
- Ragi (yeast), berfungsi memfermentasi bahan organik dalam tanah menjadi senyawa dalam bentuk gula, etanol, asam amino yang dapat diserap langsung oleh tanaman. Zat-zat bioaktif seperti hormon dan enzim yang dihasilkan oleh ragi dapat meningkatkan jumlah sel aktif dan perkembangan akar. Sekresi ragi merupakan subtrat yang baik bagi lactobasillus dan actinomycetes.
EBIONIK, ml mengandung senyawa-senyawa organik yang dapat melarutkan senyawa biokimia di dalam tanah menjadi senyawa-senyawa yang stabil, seperti: C-Organik, Nitrogen, Phosfor, Kalium, Kalsium, Magnesium, Sulfur, Mangan, Boron, Ferro, Cuprum, Zincum, dan Molibdenum untuk pertumbuhan dan produksi tanaman.
KEGUNAAN
Penggunaan EBIONIK, ml sangat menguntungkan karena dapat :
- Memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
- Meningkatkan hasil panen dan menjaga kestabilan produksi.
- Memfermentasi dan mendekomposisi bahan organik tanah dengan cepat dan mengurangi senyawa kimia tanah kompleks menjadi senyawa kimia sederhana mudah diserap tanaman.
- Memperkaya dan meningkatkan ketersediaan unsur hara yang diperlukan tanaman.
- Menyehatkan tanaman dan menekan aktifitas serangga hama dan penyakit tanaman.
- Meningkatkan aktifitas mikroorganisme terutama pelarutan phosfat dan fiksasi nitrogen.
- Menghemat penggunaan pupuk kimia anorganik dan pestisida.
- Menetralkan gas-gas beracun dan mengurangi resiko pestisida didalam tanah.
MENGAPA HARUS PUPUK ORGANIK ?
![]() |
| Sumber gambar earth-lite.com |
Pertanian organik adalah sistem pertanian yang mengacu pada hal-hal yang lebih bersifat alami yang menggunakan pupuk organik dari alam serta sedikit melakukan pengolahan tanah (Bahar, 2007). Menurut Mayrowani (2012), pertanian organik merupakan jawaban atas revolusi hijau yang dianggap menyebabkan berkurangnya kesuburan tanah dan kerusakan lingkungan akibat pemakaian pupuk dan pestisida kimia yang berlebihan sehingga merusak tanah yang akhirnya dapat menurunkan produktivitas tanah.
PUPUK ORGANIK CAIR EBIONIK, ml
Pertambahan penduduk dan kemajuan teknologi, menuntut ditingkatkannya ketersediaan bahan pangan dan bahan baku energi. Kenyataan menunjukkan bahwa sumberdaya alam semakin labil akibat pemanfaatan yang semakin eksplosif tanpa mengindahkan kaidah – kaidah ekologis.Kebutuhan hasil pangan maupun non pangan selalu meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk, padahal luas lahan yang memproduksi hasil bumi relatif tetap, akibatnya terjadilah ketimpangan dalam proses produksi.
Upaya peningkatan produksi hasil bumi dengan menggunakan pupuk kimia anorganik buatan dan pestisida, pada awal penggunaannya dapat dikatakan berhasil. Namun penggunaan pupuk kimia anorganik buatan dengan dosis tinggi secara terus-menerus mengakibatkan tanah mengalami gejala “kelelahan” ditandai tanah menjadi padat dan keras, serta penggunaan pestisida secara terus-menerus juga berdampak meninggalkan residu pada produk hasil bumi yang dapat membahayakan bila dikomsumsi dan rusaknya ekosistem lingkungan.
Guna mengatasi pemamfaatan sumber daya alam yang berlebihan, harus dilakukan upaya-upaya yang menganut prinsip-prinsip ekologis yang berwawasan lingkungan, yaitu melakukan sistem pertanian organik yang ramah lingkungan dan penggunaan pestisida seminimal mungkin.
Agar tanah mampu berproduksi secara maksimal berkesinambungan, diperlukan input pupuk yang cukup memadai.Penggunaan pupuk secara berimbang baik kandungan hara maupun jenisnya pada berbagai usaha pertanian .Terutama budidaya tanaman, merupakan suatu keharusan yang tidak dapat ditawar - tawar lagi.
Oleh karena itu, PT. MAHAJAYA MULTI SINERGI menyiapkan suatu formula pupuk organik yang dapat digunakan dalam sistem pertanian organik dengan merk dagang EBIONIK,ml yang efektif dan efisien penggunaanya untuk pertumbuhan dan produksi tanaman termasuk usaha pertanian lainnya.Pengguna pupuk EBIONIK,ml dapat menghemat penggunaan pupuk kimia dan pestisida seefisien mungkin.













