![]() |
| Sumber gambar earth-lite.com |
Pertanian organik adalah sistem pertanian yang mengacu pada hal-hal yang lebih bersifat alami yang menggunakan pupuk organik dari alam serta sedikit melakukan pengolahan tanah (Bahar, 2007). Menurut Mayrowani (2012), pertanian organik merupakan jawaban atas revolusi hijau yang dianggap menyebabkan berkurangnya kesuburan tanah dan kerusakan lingkungan akibat pemakaian pupuk dan pestisida kimia yang berlebihan sehingga merusak tanah yang akhirnya dapat menurunkan produktivitas tanah.
Keputusan Menteri Pertanian Nomor 64/Permentan /OT.140 /5/2013 tentang Sistem Pertanian Organik disebutkan sistem pertanian organik adalah sistem manajemen produksi holistik untuk meningkatkan dan mengembangkan kesehatan agroekosistem, termasuk keragaman hayati, siklus biologi dan aktifitas biologi tanah.Pertanian organik menekankan penerapan praktek-praktek manajemen yang lebih mengutamakan penggunaan input dari limbah kegiatan budidaya di lahan dengan mempertimbangkan daya adaptasi terhadap keadaan/kondisi setempat.Jika memungkinkan hal tersebut dapat dicapai dengan penggunaan budaya, metode biologi dan mekanik yang tidak menggunakan bahan sintesis untuk memenuhi kebutuhan khusus dalam sistem (Departemen Pertanian, 2013), salah satunya dengan penggunaan pupuk organik.
Pupuk organik merupakan dekomposisi bahan-bahan organik atau proses perombakan senyawa yang komplek menjadi senyawa yang sederhana dengan bantuan mikroba. Bahan dasar pembuatan pupuk organik adalah limbah kotoran ternak dan bahan lain misal serbuk gergaji atau sekam, jerami padi, sampah-sampah disekitar kita. Pupuk organik merupakan salah satu komponen untuk meningkatkan kesuburan tanah dengan memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat pemakaian pupuk anorganik pada tanah secara berlebihan yang berakibat rusaknya struktur tanah dalam jangka waktu lama (Kadir dalam Winarni dkk, 2013).
Menurut Hadisuwito (2012), kelebihan pupuk organik adalah mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap, tetapi jumlahnya sedikit, dapat memperbaiki struktur tanah, sehingga tanah menjadi gembur, memiliki daya simpan air (water holding capacity) yang tinggi, tanaman lebih tahan terhadap serangan penyakit, meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang menguntungkan, memiliki residual effect yang positif, sehingga tanaman yang ditanam pada musim berikutnya tetap bagus pertumbuhan dan produktivitasnya. Hal ini sangat bermanfaat bagi petani, menggunakan pupuk yang berkualitas pada tanaman yang akan di garap dapat meningkatkan hasil panen yang berkualitas tinggi dan menghasilkan tanaman yang sehat, yaitu bebas dari bahan kimia.







0 komentar:
Posting Komentar