PUPUK ORGANIK CAIR

Ebionik, ml merupakan formulasi pupuk organik yang diekstraksi melalui teknik pengkhamiran mikroorganisme secara cermat, teliti, dan terkontrol

Rabu, 31 Januari 2024

Demplot POC EBIONIK, ml Bersama Team BPP Desa Borikamase Kec. Maros Baru Kab. Maros Bagian 2


Kegiatan Demplot POC EBIONIK, ml Bersama Team BPP Desa Borikamase Kec. Maros Baru Kab. Maros dilaksanakan pada periode masa Tanam bulan  Maret s/s Juni 2023.

Kegiatan ini bertujuan untuk melihat langsung hasil penggunaan Pupuk Organik Cair EBIONIK, ml serta memperkenalkan kepada masyarakat khususnya para petani untuk meningkatkan hasil pertaniannya dengan menggunakan produk Pupuk Organik Cair EBIONIK, ml.

LOKASI
Desa : Borikamase Kecamatan : Maros Baru Kabupaten : Maros  

LAHAN UJI COBA POC EBIONIK, ML
Kelompok Tani         : KARYA BARU MAROS
Pemilik Lahan           : WARSITO
Luas Lahan               : 25 are  
Jenis Padi                  : MEKONGGA 

EVALUASI APLIKASI POC EBIONIK, ML

1. 21 Maret 2023  : Pupuk dasar Urea 50% dari biasanya dipakai 50 kg atau sama dengan 25 kg.
2. 28 Maret 2023  : Aplikasi Pertama  
- Aplikasi pertama dengan POC EBIONIK, ml kapasitas 1 (satu) tangki sprayer berisi 16 liter air dicampur dengan POC EBIONIK, ml sebanyak 80 ml ( 8 tutup botol POC EBIONIK, ml).
- Lahan seluas 25 are menggunakan larutan POC EBIONIK, ml sebanyak 2 (dua) tangki, sehingga dalam 1 (satu) kali aplikasi dibutuhkan larutan POC EBIONIK, ml sebanyak 2 x 80 ml = 160 ml.
3. 4 April 2023  : Aplikasi kedua dengan perlakuan yang sama dengan larutan POC EBIONIK, ml sebanyak 160 ml.
4. 11 April 2023 : Aplikasi ketiga dengan perlakuan yang sama dengan larutan POC EBIONIK, ml sebanyak 160 ml.
5. 18 April 2023  : Aplikasi keempat dengan perlakuan yang sama dengan larutan POC EBIONIK, ml sebanyak 160 ml.
6. 25 April 2023  : Aplikasi kelima dengan perlakuan yang sama dengan larutan POC EBIONIK, ml sebanyak 200 ml.
7. 2 Mei 2023  : Aplikasi keenam dengan perlakuan yang sama dengan larutan POC EBIONIK, ml sebanyak 200 ml.

PENGGUNAAN PUPUK
1. POC EBIONIK, ml yang digunakan sebanyak 6 kali aplikasi = 1.040 ml.
2. Pupuk dasar urea digunakan sebanyak 25 kg.

HASIL PANEN
Luas lahan 25 are menggunakan POC EBIONIK, ml.
a. Sebelum menggunakan POC EBIONIK, ml
- Hasil panen yang diperoleh sebanyak 18 karung dengan berat gabah rata-rata 47,5 kg/karung atau 18 karung x 47,5 kg = 855 kg.
- Bila dikonversi  ke 1 (satu) Hektar, diperoleh 4 x 855 kg = 3.420 kg/ha atau 3,42 ton/ha.
b. Setelah menggunakan POC EBIONIK, ml
- Hasil panen yang diperoleh sebanyak 21,5 karung dengan berat gabah rata-rata 58 kg/karung, jadi  21,5 karung x 58 kg = 1.247 kg.
- Bila dikonversi ke 1 (satu) Hektar, menjadi 4 x 1.247 kg = 4.988 kg/ha atau 4,988 ton/ha.

KESIMOPULAN
1. Hasil Panen dari luas lahan 25 are.

- Sebelum menggunakan POC EBIONIK, ml hasil panen yang diperoleh sebanyak 18 karung, setelah menggunakan POC EBIONIK, ml hasil panen diperoleh sebanyak 21,5 karung

- Jadi, setelah menggunakan POC EBIONIK, ml ada peningkatan perolehan hasil panen sebanyak 3,5 karung.

2. Berat Gabah

- Sebelum menggunakan POC EBIONIK, ml berat gabah rata-rata 47,5 kg/karung

- Setelah menggunakan POC EBIONIK, ml berat gabah rata-rata 58 kg/karung

3. Bila dikonversi dalam 1 hektar yaitu :

- Panen sebelumnya diperoleh sebanyak 3,42 ton/ha

- Panen sekarang diperoleh sebanyak 4,988 ton/ha


















Share:

CAPAIAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN)

Hasil Capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang telah ditandasahkan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, sesuai dengan peraturan Menteri Perindustrian No. 16/M-IND/PER/2/2011 tentang ketentuan dan tata cara perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah sebagai berikut :




Share:

Demplot POC EBIONIK, ml Bersama Team BPP Desa Borikamase Kec. Maros Baru Kab. Maros bagian 1

Kegiatan Demplot POC EBIONIK, ml Bersama Team BPP Desa Borikamase Kec. Maros Baru Kab. Maros dilaksanakan pada periode masa Tanam bulan  Maret s/s Juni 2023.

Kegiatan ini bertujuan untuk melihat langsung hasil penggunaan Pupuk Organik Cair EBIONIK, ml serta memperkenalkan kepada masyarakat khususnya para petani untuk meningkatkan hasil pertaniannya dengan menggunakan produk Pupuk Organik Cair EBIONIK, ml.

 


LOKASI
Desa              : Borikamase
Kecamatan    : Maros Baru
Kabupaten     : Maros  

LAHAN UJI COBA POC EBIONIK, ML
Kelompok Tani           : LEKOALA III
Pemilik Lahan            : RUSDIN
Luas Lahan                 : 20 are  
Lahan Pembanding     : 30 are (Pupuk kimia)
Jenis Padi                    : INPARI 33  

EVALUASI APLIKASI POC EBIONIK, ML

1. 15 Maret 2023  : Bibit padi ditanam
2. 24 Maret 2023  : Pupuk dasar Urea 50% dari biasanya dipakai 50 kg atau sama dengan 25 kg.
3. 28 Maret 2023  : Aplikasi Pertama  
- Aplikasi pertama dengan POC EBIONIK, ml kapasitas 1 (satu) tangki sprayer berisi 16 liter air dicampur dengan POC EBIONIK, ml sebanyak 80 ml ( 8 tutup botol POC EBIONIK, ml).
- Lahan seluas 20 are menggunakan larutan POC EBIONIK, ml sebanyak 2 (dua) tangki, sehingga dalam 1 (satu) kali aplikasi dibutuhkan larutan POC EBIONIK, ml sebanyak 2 x 80 ml = 160 ml.
4. 5 April 2023    : Aplikasi kedua dengan perlakuan yang sama.
5. 12 April 2023  : Aplikasi ketiga dengan perlakuan yang sama.
6. 19 April 2023  : Aplikasi keempat dengan perlakuan yang sama.
7. 26 April 2023  : Aplikasi kelima dengan perlakuan yang sama.
8. 3 Mei 2023      : Aplikasi keenam dengan perlakuan yang sama.   

LAHAN PEMBANDING
Lahan pembanding seluas 30 are milik Bapak Rusdin yang bersebelahan dengan lahan yang diuji coba dengan POC EBIONIK, ml. Lahan tersebut tetap menggunakan Pupuk kimia sebanyak 2 zak x 50 kg = 100 kg  terdiri dari 1 zak urea dan 1 zak  phonska.

ANALISA PENGGUNAAN PUPUK 

 
1. Lahan 20 are menggunakan POC EBIONIK, ml.
POC EBIONIK, ml yang digunakan sebanyak 6 kali aplikasi = 6 x 160 ml = 960 ml atau setara dengan 1 (satu) kemasan Botol POC EBIONIK, ml isi 1.000 ml.Pupuk dasar urea digunakan sebanyak 25 kg. 

2. Lahan pembanding dengan luas 30 are menggunakan pupuk kimia sebanyak 1 zak urea dan 1 zak phonska ditambah dengan pestisida kimia.

ANALISA HASIL PRODUKSI

 
1. Luas lahan 20 are menggunakan POC EBIONIK, ml.
a. Sebelum menggunakan POC EBIONIK, ml
- Hasil panen yang diperoleh sebanyak 8 karung dengan berat gabah rata-rata 55 kg/karung atau 8 karung x 55 kg = 440 kg.
- Bila dikonversi  ke 1 (satu) Hektar, menjadi 5 x 440 kg = 2.200 kg/ha atau 2,2 ton/ha.
b. Setelah menggunakan POC EBIONIK, ml
- Hasil panen pada Hari Senin, 5 Juni 2023 diperoleh sebanyak 14 karung dengan berat gabah rata-rata 54,5 kg/karung, jadi  14 karung x 54,5 kg = 763 kg.
- Bila dikonversi ke 1 (satu) Hektar, menjadi 5 x 763 kg = 3.815 kg/ha atau 3,815 ton/ha.

2. Luas lahan 30 are menggunakan Pupuk Kimia
- Hasil panen pada Hari Senin, 5 Juni 2023 diperoleh sebanyak 18,5 karung dengan berat gabah rata-rata 53 kg/karung, jadi 18,5 karung x 53 kg = 980,5 kg.
- Bila dikonversi ke 1 (satu) Hektar, menjadi 3,33 x 980,5 kg = 3.265 kg/ha atau 3,265 ton/ha.


 KESIMPULAN
1. Perolehan hasil panen untuk luas lahan 20 are
- Hasil panen sebelum menggunakan POC EBIONIK, ml sebanyak 8 karung, setelah menggunakan POC EBIONIK, ml diperolah sebanyak 14 karung.
- Jadi, setelah menggunakan POC EBIONIK, ml ada peningkatan perolehan hasil panen sebanyak 6 karung.
2. Berat gabah untuk luas lahan 20 are
- Sebelum menggunakan POC EBIONIK, ml berat gabah rata-rata 55 kg
- Setelah menggunakan POC EBIONIK, ml berat gabah rata-rata 54,5 kg
Berat gabah hampir tidak ada perbedaan, namun ada peningkatan pada hasil gabah yang diperoleh, bila dikonversi dalam 1 hektar yaitu :
- Panen sebelumnya diperoleh sebanyak 2,2 ton/ha
- Penen sekarang diperoleh sebanyak 3,815 ton/ha
3. Pada luas lahan 30 are
Hasil panen yang diperoleh dengan mengunakan pupuk kimia dalam 1 (satu) hektar diperoleh sebanyak 3,265 ton/ha.
4. Penggunaan POC EBIONIK, ml
 

Penggunaan POC EBIONIK, ml dapat dilakukan sebanyak 6 (enam) kali aplikasi, dilaksanakan setiap seminggu sekali, untuk lahan 1 (satu) hektar diperluhkan 5 botol kemasan POC EBIONIK, ml ukuran 1.000 ml










 

 



Share:

Kamis, 22 September 2022

Mari bercocok tanam dengan Pupuk organik.....!!!

Menurut Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Betty Natalie Fitriatin, Ir., M.P., menjelaskan, penurunan kualitas tanah akibat pemupukan kimiawi dalam jangka waktu panjang akan menghilangkan kandungan bahan organik sehingga menurunkan aktivitas organisme dalam tanah. Kondisi ini mengakibatkan tanah menjadi “sakit”.

“Kita perlu satu solusi dengan mengambil peran pupuk ramah lingkungan,” ungkap Prof. Betty pada diskusi Satu Jam Berbincang Ilmu “Pupuk Ramah Lingkungan untuk Tanah dan Pangan yang Sehat”.
Yuk sahabat ebionik, kita jaga bumi kita dengan menjaga tanah dan pangan yang sehat.
 
Pupuk organik cair Ebionik, Solusi tepat untuk tanaman sahabat ebionik.
 
Pupuk Organik cair Ebionik merupakan pupuk organik yang diekstrak melalui proses fermentasi dan diproduksi dalam bentuk cair, dengan bahan baku utama yang berasal dari kotoran hewan dan bahan organik pilihan lainnya yang mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap, yang berperan penting untuk tanaman, yaitu :
1. Meningkatkan kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
2. Merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun
3. Meningkatkan produktivitas tanaman.
4. Menggemburkan dan menyuburkan tanah.
5. Meningkatkan produktivitas lahan dan produksi pertanian.
6. Dapat mencegah dan menekan serangan hama dan penyakit tanaman 



 

Share:

Jaga Tanah dan Pangan yang Sehat agar Hidup jadi lebih Sehat..


Penggunaan pupuk bahan kimia/pemupukan kimiawi dalam jangka waktu panjang akan menghilangkan kandungan bahan organik sehingga menurunkan aktivitas organisme dalam tanah yang berakibat dapat menurunan kualitas tanah.
 
Agar tanah mampu berproduksi secara maksimal berkesinambungan, maka diperluhkan upaya-upaya yang menganut prinsip-prinsip ekologis yang berwawasan lingkungan, yaitu melakukan sistem pertanian organik yang ramah lingkungan.
 
Penggunaan Pupuk organik akan membuat tanaman lebih sehat yang baik untuk KESEHATAN yang diperlukan tubuh kita, serta dapat meningkatkan hasil produksi pertanian.
 
Oleh karena itu, PT. MAHAJAYA MULTI SINERGI menyiapkan suatu formula pupuk organik yang dapat digunakan dalam sistem pertanian organik dengan merk dagang EBIONIK, ml yang efektif dan efisien penggunaanya untuk pertumbuhan dan produksi tanaman termasuk usaha pertanian lainnya.Pengguna pupuk EBIONIK,ml dapat menghemat penggunaan pupuk kimia dan pestisida seefisien mungkin.
 

 
 

Share:

Senin, 12 September 2022

CARA PENGGUNAAN DAN DOSIS

Pupuk organik “EBIONIK, ml” dapat digunakan atau diaplikasikan pada semua jenis tanaman  palawija atau holtikultura. 

Adapun cara dan dosis yaitu sebagai berikut :

  1. Pupuk Organik Cair (POC) “EBIONIK, ml”, diaplikasikan dengan cara dikocor atau disemprotkan pada permukaan tanaman secara berkala setiap seminggu sekali.
  2. Dikocor atau disiramkan kedalam tanah sekitar perakaran, dimaksudkan untuk menambah/memperkaya ketersediaan unsur hara di dalam tanah.
  3. Disemprotkan kepermukaan tanaman, dimaksudkan untuk memacu proses fotosintesis dan menekan aktifitas serangga hama dan penyakit tanaman.
  4. Dosis : 2 - 5 cc POC “EBIONIK, ml” per liter air, kemudian dikocor atau disemprotkan pada tanaman. 

 




 

Share:

HASIL UJI LAB

Komposisi hasil uji lab oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan Nomor Lab. : SP 162 P/L-BPTP/XII/2021 adalah sebagai berikut :    


Share:

KOMPOSISI

EBIONIK, ml merupakan pupuk organik yang di ekstrak melalui proses fermentasi dan di produksi dalam bentuk cair dan padat. Bahan baku utama berasal dari kotoran hewan dan bahan organik pilihan lainnya yang mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap.
 
EBIONIK, ml merupakan kultur campuran yang mengandung senyawa biokimia dan sejumlah mikroorganisme  secara sinergis mempercepat proses dekomposisi (penguraian) bahan organik dalam tanah. Jenis organisme yang terkandung didalamnya masing-masing berperan sebagai berikut :
  1. Lactobasillus, memfermentasi bahan organik terutama lignin dan sellulosa menjadi asam laktat  yang mudah diserap oleh tanaman. Asam laktat dapat menekan pertumbuhan jamur fusarium yang bersifat pathogen.
  2. Nitrobacter (bakteri fotosintetik), membentuk senyawa organik yang bermanfaat dari sekresi akar-akar tumbuhan, berfungsi mengikat nitrogen dari udara serta menyerap gas-gas beracun dan panas yang dihasilkan dari proses pembusukan yang dapat menimbulkan polusi.
  3. Actinomycetes (streptomycetes),berfungsi menghasilkan senyawa antibiotik dari asam amino yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik dan bersifat toksit terhadap pathogen. Jamur fermentasi seperti “aspergillus dan phenicillium” menguraikan bahan organik secara cepat menghasilkan alkohol, ester, dan zat antibiotik yang menimbulkan bau khas yang tidak di senangi oleh serangga dan hama penggerek yang merugikan serta dapat melarutkan ion-ion phosfat dan ion-ion mikro lainnya.
  4. Ragi (yeast), berfungsi memfermentasi bahan organik dalam tanah menjadi senyawa dalam bentuk gula, etanol, asam amino yang dapat diserap langsung oleh tanaman. Zat-zat bioaktif seperti hormon dan enzim yang dihasilkan oleh ragi dapat meningkatkan jumlah sel aktif dan perkembangan akar. Sekresi ragi merupakan subtrat yang baik bagi lactobasillus dan actinomycetes.

EBIONIK, ml mengandung senyawa-senyawa organik yang dapat melarutkan senyawa biokimia di dalam tanah menjadi senyawa-senyawa yang stabil, seperti: C-Organik, Nitrogen, Phosfor, Kalium, Kalsium, Magnesium, Sulfur, Mangan, Boron, Ferro, Cuprum, Zincum, dan Molibdenum untuk pertumbuhan dan produksi tanaman.


 

Share:

KEGUNAAN

 Penggunaan EBIONIK, ml sangat menguntungkan karena dapat :

  1. Memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
  2. Meningkatkan hasil panen dan menjaga kestabilan produksi.
  3. Memfermentasi dan mendekomposisi bahan organik tanah dengan cepat dan mengurangi senyawa kimia tanah kompleks menjadi senyawa kimia sederhana mudah diserap tanaman.
  4. Memperkaya dan meningkatkan ketersediaan unsur hara yang diperlukan tanaman.
  5. Menyehatkan tanaman dan menekan aktifitas serangga hama dan penyakit tanaman.
  6. Meningkatkan aktifitas mikroorganisme terutama pelarutan phosfat dan fiksasi nitrogen.
  7. Menghemat penggunaan pupuk kimia anorganik dan pestisida.
  8. Menetralkan gas-gas beracun dan mengurangi resiko pestisida didalam tanah.

 


 

Share:

Diproduksi Oleh :

PT. MAHAJAYA MULTI SINERGI
Jl. Romang Tangaya Raya Blok 5 No. 31
Makassar 90234 - Indonesia

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Contact Us

PT. MAHAJAYA MULTI SINERGI
Telp. (0411) 895 0375
No. Hp : 085 397 521 155
Email : ebionik.mms@gmail.com